Home About US About Homoeopathy About CT Case Taking Disease Traine System ️ Gallery Blog 📅 Book Appointment

Disentri- dysentery

📅 🏷️ homoeo

Disentri- dysentery
Disentri- dysentery
Disentri- dysentery
Penyakit ini ditandai dengan seringnya buang air besar berupa tinja encer—yang bercampur darah dan lendir—serta disertai nyeri perut, tenesmus (rasa ingin buang air besar terus-menerus), demam, dan dehidrasi.
Gejala umum penyakit ini meliputi disentri dan diare, kelemahan fisik, serta kelelahan ekstrem. Kondisi ini juga bisa disertai mual, muntah, dan rasa nyeri. Kasus kronis dapat menyebabkan luka (lesi) pada usus besar. Pemeriksaan mikroskopis tinja menunjukkan adanya protozoa bersel tunggal—seperti *Entamoeba histolytica* atau *Giardia lamblia*.
: Keluarnya lendir dalam jumlah banyak bersama tinja. Banyak gas (perut kembung) dan nyeri pada anus setelah buang air besar. — *Aloe soc.*
: Bermanfaat untuk disentri, baik jenis amuba maupun basil. Nyeri tajam terasa di sekitar pusar. Hanya darah yang keluar saat buang air besar; namun *Atista indica* sebaiknya digunakan jika darah disertai lendir. — *Atista rad. 3x*
: Beberapa dokter merekomendasikan penggunaannya untuk penyakit ini. - Calcarea iod. 3x

: Obat khusus untuk penyakit ini. Konsumsi dalam bentuk tetesan sebanyak empat kali sehari. - Emetinum 1x

: Nyeri perut yang terasa seperti disayat-sayat secara terus-menerus dan tak tertahankan, disertai desakan buang air besar yang kuat namun hampir tidak membuahkan hasil (tenesmus); hanya sedikit lendir bercampur darah yang keluar siang dan malam. - Mercurius cor.

: Jika terdapat luka (ulserasi) pada usus besar, berikan satu dosis setiap dua minggu sekali. - Symphytum off

: Obat yang sangat baik untuk penyakit ini dan pengobatan sebaiknya dimulai dengan obat ini. Tidak boleh ada obat lain yang diberikan dalam waktu 24 jam berikutnya. - Thuja occ. Q

: Tinja mengandung banyak lendir atau berbentuk seperti jeli. Rasa terbakar dan nyeri pada anus setelah buang air besar. Perut sangat kembung dan sensasi terbakar. Inkontinensia (tidak dapat menahan buang air besar); pasien takut buang air besar karena tidak yakin apakah yang akan keluar adalah tinja atau bukan. Pendarahan melalui anus. - Aloe soc.

: Tinja sepenuhnya berupa lendir. - Antimonium crud.

: Disentri pada lansia. Disentri saat demam tifoid. - Baptisia

: Serangan disentri terjadi setelah makan atau minum sedikit saja. -
Colocynthis:
: Secara ajaib menyembuhkan disentri yang timbul saat berada di kamp atau tempat penampungan. - Septicaeminum

: Obat yang sangat baik untuk disentri amuba. - Thuja occ. 200

: Makan dan minum memperparah kondisi disentri. Buang air besar hanya terjadi setelah makan. Nyeri hebat sebelum dan sesudah buang air besar. Rasa terbakar di anus. -
Trombidium
ফিরে যান